Hasil Akhir Pertandingan Charlton vs Chelsea. Chelsea memulai era baru di bawah pelatih Liam Rosenior dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Charlton Athletic dalam laga babak ketiga Piala FA pada 10 Januari 2026 di The Valley. Pertandingan ini menjadi debut Rosenior setelah pengangkatan mendadaknya, dan timnya tampil dominan meski banyak mengandalkan pemain pelapis. Gol-gol dari Jorrel Hato, Tosin Adarabioyo, Marc Guiu, Pedro Neto, dan Enzo Fernández memastikan lolos ke babak berikutnya. Charlton sempat membalas melalui Miles Leaburn, tapi tidak cukup untuk mengubah nasib. Hasil ini memberikan angin segar bagi Chelsea di tengah periode transisi, sementara Charlton harus mengakui keunggulan lawan yang lebih berkualitas. INFO GAME
Babak Pertama yang Ketat Berakhir dengan Keunggulan Chelsea: Hasil Akhir Pertandingan Charlton vs Chelsea
Laga dimulai dengan tempo cukup tinggi, Charlton bermain berani di kandang sendiri meski statusnya sebagai tim Championship. Mereka mencoba menekan sejak awal, tapi Chelsea lebih sabar menguasai bola. Pemain-pemain muda dan pelapis seperti Jorrel Hato dan Marc Guiu mendapat kesempatan tampil, dan Hato menjadi pembeda di injury time babak pertama. Golnya lahir dari tembakan keras ke sudut atas gawang setelah kerja sama dengan Guiu, membuat skor 1-0 hingga turun minum. Charlton sempat menciptakan peluang, tapi kurang tajam di depan gawang. Chelsea tampak terorganisir, dengan pertahanan solid dan transisi cepat yang membuat tuan rumah kesulitan. Babak pertama ini menunjukkan bahwa Rosenior langsung menerapkan pendekatan disiplin, meski skuadnya tidak full strength.
Ledakan Gol di Babak Kedua dan Kontribusi Pemain Pelapis: Hasil Akhir Pertandingan Charlton vs Chelsea
Setelah jeda, Chelsea langsung menambah keunggulan. Tosin Adarabioyo mencetak gol kedua di menit 50 melalui sundulan dari situasi bola mati. Charlton sempat membalas di menit 57 lewat Miles Leaburn yang memanfaatkan kesalahan kecil di lini belakang, membuat skor 2-1 dan semangat tuan rumah bangkit sejenak. Namun, Chelsea tidak terganggu. Marc Guiu memperlebar jarak menjadi 3-1 di menit 62 dengan penyelesaian klinis, membuktikan ketajaman pemain muda. Di akhir laga, Pedro Neto menutup serangan balik cepat di menit 90+1, diikuti penalti Enzo Fernández di menit 90+4 setelah pelanggaran terhadap Estêvão. Lima gol ini menunjukkan kedalaman skuad Chelsea yang kuat, bahkan saat rotasi besar dilakukan. Charlton berjuang keras tapi kelelahan di akhir, tidak mampu menahan tekanan.
Debut Sempurna Rosenior dan Dampak pada Kedua Tim
Kemenangan ini menjadi start ideal bagi Liam Rosenior. Dia memilih komposisi tim pelapis untuk laga ini, dan hasilnya melebihi ekspektasi. Pemain seperti Hato, Adarabioyo, dan Guiu yang jarang mendapat menit bermain sebelumnya tampil gemilang, menunjukkan potensi besar dan fleksibilitas skuad. Rosenior menekankan performa kolektif dan sikap positif, yang langsung terlihat di lapangan. Bagi Chelsea, ini menjadi momentum penting di tengah perubahan pelatih dan tekanan musim panjang. Charlton, meski kalah telak, menunjukkan semangat juang yang patut diacungi jempol, terutama gol Leaburn yang membuat laga tetap hidup sementara. Kekalahan ini tidak terlalu merusak moral mereka di liga domestik, tapi menjadi pengingat jarak kualitas dengan tim papan atas.
Kesimpulan
Chelsea menang telak 5-1 atas Charlton Athletic dalam debut Liam Rosenior, dengan gol dari Jorrel Hato, Tosin Adarabioyo, Marc Guiu, Pedro Neto, dan Enzo Fernández. Hasil ini membuktikan kekuatan skuad pelapis dan pendekatan taktik yang langsung berhasil diterapkan Rosenior. Meski Charlton sempat membalas melalui Miles Leaburn, mereka tidak mampu menahan dominasi tamu. Kemenangan ini membawa Chelsea ke babak keempat Piala FA dengan percaya diri tinggi, sementara Charlton bisa mengambil pelajaran positif dari perlawanan mereka. Laga ini sekali lagi menegaskan bahwa di kompetisi cup, peluang bagi pemain muda dan rotasi bisa menghasilkan performa luar biasa, terutama saat tim besar datang dengan fokus penuh.