Pep Guardiola Marah Mengenai Standar Ganda VAR. Pep Guardiola tidak bisa menyembunyikan kemarahannya terhadap apa yang ia sebut sebagai standar ganda dalam penggunaan VAR setelah kemenangan Manchester City 2-0 atas Newcastle United di leg pertama semifinal Carabao Cup di St. James’ Park pada 13 Januari 2026; meskipun timnya berhasil membawa pulang keunggulan dua gol tandang berkat Antoine Semenyo di menit 53 dan Rayan Cherki di injury time, Guardiola langsung meluapkan frustrasi pasca-laga terkait keputusan VAR yang membatalkan gol kedua Semenyo setelah pengecekan panjang lebih dari lima menit karena offside tipis Erling Haaland, ia membandingkan insiden ini dengan pertandingan Premier League sebelumnya di markas yang sama ketika City merasa dirugikan oleh keputusan serupa yang tidak mendapat intervensi VAR, pernyataan pedasnya ini menjadi sorotan karena menyoroti inkonsistensi teknologi yang sering menjadi perdebatan panas di sepak bola Inggris. INFO GAME
Keputusan VAR yang Memantik Kemarahan: Pep Guardiola Marah Mengenai Standar Ganda VAR
Guardiola secara terbuka mempertanyakan mengapa VAR begitu teliti dalam kasus gol Semenyo hingga memakan waktu lama dan akhirnya membatalkannya, sementara di laga Premier League November lalu melawan Newcastle, ada dua insiden penalti yang jelas bagi City tapi tidak mendapat perhatian sama sekali; ia menyebutkan secara spesifik pelanggaran Fabian Schar terhadap Phil Foden di menit 60 ketika skor masih 0-0 yang tidak dianggap sebagai penalti, serta handball Jeremy Doku di menit 20 yang juga luput dari VAR, menurut Guardiola, empat ofisial termasuk VAR tidak mampu memutuskan langsung dan harus melibatkan wasit ke monitor, tapi di pertandingan sebelumnya keputusan serupa diabaikan, hal ini membuatnya merasa ada perbedaan standar yang tidak adil, terutama karena margin offside di gol Semenyo sangat kecil tapi tetap diintervensi, sementara insiden City sebelumnya tidak disentuh meski terlihat lebih jelas.
Sejarah Keluhan Guardiola terhadap VAR: Pep Guardiola Marah Mengenai Standar Ganda VAR
Ini bukan kali pertama Guardiola menyuarakan ketidakpuasan terhadap VAR dan inkonsistensi wasit; sepanjang kariernya di Inggris, ia sering mengkritik bagaimana teknologi seharusnya membuat keputusan lebih akurat tapi justru menimbulkan lebih banyak kontroversi karena penerapan yang tidak seragam, di laga ini ia menekankan bahwa City sudah merasakan dampak buruk dari standar ganda tersebut di pertemuan sebelumnya dengan Newcastle, di mana keputusan yang merugikan tidak dikoreksi, tapi ketika City mendapat keuntungan kecil pun langsung dibatalkan dengan teliti, Guardiola menuntut penjelasan resmi mengapa hal seperti ini terus terjadi, terutama di laga besar yang menentukan, ia bahkan menyiratkan bahwa hal ini sudah berlangsung lama dan memengaruhi kepercayaan terhadap sistem officiating secara keseluruhan, meskipun City menang malam itu, kekesalan Guardiola menunjukkan betapa pentingnya konsistensi bagi tim yang sering berada di bawah sorotan.
Dampak terhadap Citra VAR dan Respons Klub Lain
Kemarahan Guardiola kali ini langsung memicu diskusi luas di kalangan penggemar dan analis sepak bola; banyak yang setuju bahwa VAR sering kali terlihat bias atau tidak konsisten tergantung tim yang terlibat, terutama di pertandingan melawan Newcastle di mana City merasa dirugikan berulang kali, sementara di laga ini intervensi justru menguntungkan tuan rumah dengan membatalkan gol potensial, situasi ini semakin memperburuk citra VAR yang sudah mendapat kritik sejak diperkenalkan, beberapa mantan pemain dan pelatih juga ikut bersuara mendukung Guardiola karena melihat pola serupa di berbagai laga, meskipun liga kemungkinan akan merespons dengan pernyataan resmi atau penjelasan teknis, keluhan ini menjadi pengingat bahwa teknologi saja tidak cukup jika penerapannya tidak merata dan transparan.
Kesimpulan
Kemarahan Pep Guardiola terhadap standar ganda VAR setelah kemenangan atas Newcastle menjadi bukti bahwa isu officiating masih jauh dari sempurna meski teknologi sudah maju; dengan membandingkan langsung keputusan di laga Carabao Cup dan Premier League sebelumnya, ia menyoroti inkonsistensi yang merugikan timnya secara berulang, meskipun hasil positif malam itu memberi keunggulan besar menuju leg kedua, pernyataan pedas Guardiola menggarisbawahi perlunya perbaikan sistem agar keputusan adil dan konsisten untuk semua tim, kini semua pihak menunggu respons dari otoritas terkait, sementara City bisa fokus pada laga berikutnya dengan harapan tidak lagi dirugikan oleh hal yang sama, satu hal pasti, suara Guardiola kali ini akan terus bergema sebagai kritik tajam terhadap VAR di sepak bola modern.